ingatbantuan.com

Berbagai Tulisan Terbaru Menarik

Wisata Religi di area pada Hari Natal, Napak Tilas Kisah Sengsara Yesus di dalam di Via Crucis Sukamoro
Travel

Wisata Religi di dalam Hari Natal, Napak Tilas Kisah Sengsara Yesus di dalam Via Crucis Sukamoro

Palembang – Menjelang Natal, objek wisata religi Via Crucis Sukamoro di tempat Desa Sukamoro, Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatra Selatan, semakin banyak dikunjungi. Entitas wisata ini dalam bentuk 14 patung jalan salib yang digunakan menggambarkan kesengsaraan Yesus Kristus beratus-ratus tahun silam. 

Via Crucis Sukamoro mulai dibuka umum sejak Desember 2021. Eduardus Bambang Haryo, Guide Via Crucis Sukamoro, mengklaim bahwa jalan salib di area Via Crucis Sukamoro sebagai yang dimaksud terbesar serta tercantik di area Indonesia. Selain berdiri di dalam menghadapi lahan dengan luas lebih besar dari 4 hektare, Via Crucis Sukamoro dibangun dengan nuansa Romawi kuno. 

Tempat ziarah ini berada dekat Gua Maria Mater Misericordiae atau Bunda Belas Kasih. Di sebelah tempat wisata doa ini terdapat kompleks Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo unit  Panti Werdha Sumarah di naungan Komisi Penguraian Sosial Sektor Bisnis (PSE) Keuskupan Agung Palembang (Kapal).

Pengunjung menapaki jalan salib pada Via Crucis Sukamoro, Banyuasin. (TEMPO/Parliza Hendrawan)

Sebelum napaktilas jalan salib I hingga jalan salib ke XIV, peziarah akan melintasi gerbang jalan salib yang dimaksud menjulang tinggi. 

“Yang berwisata ke di lokasi ini bukanlah cuma umat Katolik akan tetapi juga dari Islam maupun Buddha,” kata Bambang Haryo, Sabtu, 16 Desember 2023. 

Napak tilas

Via Crucis Sukamoro dikelilingi oleh pagar pembatas yang mana kokoh. Turun dari kendaraan yang mana diparkir pada di kawasan, pengunjung dapat dengan segera napak tilas menelusuri jejak teladan Yesus dengan lebih lanjut dulu menyeberangi gerbang jalan salib. Kemudian, pengunjung akan melalui satu per satu patung-patung yang digunakan menggambarkan kejadian tempo dulu. 

Beberapa patung yang disebutkan menggambarkan ketika Yesus jatuh untuk pertama kalinya, Yesus pada waktu berjumpa dengan ibu-Nya, pakaian Yesus ditanggalkan, Yesus wafat di dalam kayu salib, serta adegan ketika Yesus diturunkan dari salib. 

Gua Maria

Setelah menapaki jejak Yesus di tempat jalan salib ke XIV, pengunjung akan menyaksikan bangunan  yang tak kalah menarik dan juga ikonik. Pada bagian depan melawan bangunan itu terdapat patung Bunda Maria. Inilah yang digunakan dinamakan Gua Maria. 

Pada bagian sedang juga sayap kiri Gua Maria terdapat beberapa bangku panjang tempat berdoa. Sedangkan pada sayap kanannya terdapat tempat penyalaan lilin serta sumber air suci. “Setiap hari itu di area di lokasi ini ada pelayanan misa harian yang mana dilayani oleh romo,” ujar Bambang.

Rumah uskup lalu suster

Berjarak hanya sekali puluhan meter dari Gua Maria tedapat bangunan yang tersebut diperuntukkan bagi uskup lalu dua suster dari Korea. Bangunan yang dimaksud tampak asri. 

Saat ini juga sedang dibanguan gedung dua lantai yang digunakan akan difungsikan sebagai ruang pertemuan kemudian tempat retret. Sementara itu, pada sebelah gedung itu terdapat kantin serta tempat pemasaran buku dan juga pernak-pernik ibadah. 

Tanpa HTM 

Untuk menikmati keindahan destinasi wisata religi ini pengelola tidaklah mematok tarif alias tanpa harga jual tanda masuk (HTM). Hanya saja, kata Bambang, pengunjung dapat mengisi amplop yang dimaksud sudah ada disiapkan untuk diisi seikhlasnya. “Ya kalau untuk sumbangan di tempat di sini ada parkir, tetapi parkir kalau mau memberi akan kami terima, tiada memberi pun tak apa-apa,” sambungnya.  

Setiap datang, para peziarah akan disambut dengan mengisi buku tamu. Buku tamu disiapkan untuk mengawasi hari-hari yang tersebut paling padat kunjungan. Setelah mengisi buku tamu, para peziarah dipersilakan untuk mengambil amplop persembahan. “Namanya persembahan untuk Tuhan, itu kan relatif besarnya,” kata dia. 

Lokasi

Via Crucis Sukamoro berjarak sekitar 25 menit dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ke arah Jalan Lintas Timur Sumatra Palembang – Jambi. 

Patung-patung objek wisata religi itu berada di tempat perkampungan yang mana masih asri. Di sekelilingnya terdapat pemukiman warga yang tidaklah terlalu padat. Di area sekitar itu juga banyak dijumpai kebun sayur hingga kebun karet. 

PARLIZA HENDRAWAN

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *